Rangkuman Koneksi Antar Materi - Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Keadilan Sebagai Pemimpin

 




Assalamualaikum,

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengetahuan terkait materi Pendidikan Guru Penggerak Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin

Penulis : Susi Rahmawati, S.Pd.SD

Link : https://youtu.be/KD_K2hl1RX4 


·        Bagaimana Filosofi Ki Hadjar Dewantara Dengan Pratap Triloka memiliki Kaitan Dengan Penerapan Pengambilan Keputusan Sebagai Sebagai Seorang Pemimpin ?

Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh guru sebagai pemimpipemimn pembelajaran hendaknya tidak bertentangan dengan nilai- nilai kebajikan universal yang diyakini , berdampak pada murid dan dapat dipertanggung jawabkan . Jadi ,Pratap Triloka sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran . Azas Tut Wuri Handayani yang artinya didepan menjadi panutan ditengah membangkitkan semangat , dibelakang memberikan motivasi. Azas ing ngarso sung yang berarti memberi teladan , memberi pengaruh pada pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, yaitu seorang guru hendaknya memberi contoh menjadi teladan dan panutan bagi murid dalam mengambil keputusan .

·        Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita berpengaruh pada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan .

Prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan tentunya berkaitan dengan nilai-nilai yang tertanam dalam diri . Misalnya guru yang memiliki empati yang tinggi, rasa kasih sayanng dan kepedulian cenderung akan memilih prinsip berpikir berbasis rasa peduli ( Care-based thinking ). Sedangkan guru yang memiliki sifat jujur dan komitmen yang kuat untuk tunduk pada peraturan cenderung memilih prinsip berpikir berbasis peraturan ( Rule-based thinking ). Dan guru yang reflektif dan memiliki jiwa sosial yang tinggi cenderung memilih prinsip berpikir berbasis hasil akhir( End- Based thinking )

·        Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan coaching ( bimbingan ) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita. terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil ? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif , masihkah ada pertanyaan- pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut ? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh coaching yang telah dibahas pada sebelumnya.

Coaching cukup efektif dalam pengambilan keputusan, karena dari proses coaching kita dapat menggali hal-hal yang berkaitan dalam keputusan yang harus dipertimbangkan sebelum diputuskan agar dapat sesuai dengan nilai-nilai dan tidak merugikan orang banyak.

·        Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial dan emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya dilema etika ?

Sebagai seorang pendidik tentu akan menghadapi suatu dilema etika atau bujukan moral dilingkungan sekolah . pembahasan studi kasus pada modul ini memberikan contoh-contoh pada situasi yang biasa terjadi dan mungkin saja pernah di alami oleh sebagian guru . Hal ini akan memberikan rambu-rambu dan pedoman agar guru-guru tidak terjebak dalam situasi yang sama dan dapat bertindak secara bijak melalui prinsip , paradigma dan langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan akan membuat kita semakin menyadari perilaku yang benar dan perilaku yang salah.

·        Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik ?

Pengambilan keputusan memiliki arti penting bagi maju atau mundurnya suatu sekolah. Pengambilan keputusan yang tepat akan menghasilkan suatu perubahan terhadap sekolah ke arah yang lebih baik, terciptanya lingkungan yang positif , kondusif, aman dan nyaman. Namun sebaliknya pengambilan keputusan yang salah akan berdampak buruk pada perjalanan roda sekolah itu sendiri.

·        Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman .

Pengambilan keputusan memiliki arti penting bagi maju atau mundurnya suatu sekolah . Pengambilan keputusan yang tepat akan menghasilkan suatu perubahan terhadap sekolah ke arah yang lebih baik , Terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Namun sebaliknya pengambilan keputusan yang salah akan berdampak buruk pada perjalanan roda sekolah itu sendiri.

·        Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan dan kesulitan muncul karena masalah dan perubahan paradigma dan budaya sekolah yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun diantaranya adalah sistem yang terkadang memaksa guru untuk memilih pilihan yang salah atau kurang tepat dan berpihak kepada murid. Yang kedua tidak semua warga sekolah berkomitmen tinggi untuk menjalankan keputusan bersama, Yang ketiga keputusan yang diambil kadang kala tanpa sepenuhnya melibatkan guru dan tidak melakukan komunikasi dan kolaborasi terlebih dahulu sehingga muncul banyak kendala-kendala dalam proses pelaksanaan pengambilan keputusan.

·        Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Sebagai pemimpin pembelajaran tentunya pengambilan keputusan sangat berpengaruh pada pengajaran yang diberikan kepada murid . apakah dengan metode klasik seperti ceramah yang cenderung membuat murid statis ataupun pengajaran yang mempertimbangkan model pembelajaran yang memandang keberagaman dan aspek sosial emosional murid sehingga dapat memerdekakan murid-murid kita baik dari ranah kognitif, psikomotorik maupun afektifnya. Menjadi pembelajaran yang berpihak pada murid yang lebih nyaman dan menyenangkan.

·        Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Setiap pengambilan keputusan yang dilakukan guru secara tepat dan bijak tentu akan mempengaruhi masa depan murid-murid, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri , bisa diandalkan dan mampu menggali potensi dan kekuatan mereka.

·        Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Pengambilan keputusan adalah suatu kompetensi atau skill yang harus dimiiki oleh guru dan harus berlandaskan kepada filosofi Ki Hajar Dewantara yang dikaitkan dengan peran guru sebagai pemimpin pembelajaran. Pengambilan keputusan harus berdasarkan pada budaya positif dan menggunakan alur BAGJA yang akan mengantarkan pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman (well being). Dalam pengambilan Keputusan. Seorang guru harus memiliki kesadaran penuh (mindfullness) untuk menghantarkan muridnya menuju profil pelajar Pancasila. Dalam perjalanannya menuju profil pelajar Pancasila, ada banyak dilema etika dan bujukan moral sehingga diperlukan panduan sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan untuk memutuskan dan memecahkan suatu masalah agar keputusan tersebut berpihak kepada murid demi terwujudnya merdeka belajar.

·        Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Pemahaman saya dalam mempelajari konsep-konsep modul 3.1 ini bahwa banyak hal atau langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan . Tentu saja diluar dugaan bagi saya karena ternyata memutuskan sesuatu hal itu tidak mudah .

·        Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Saya pernah menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi dilema etika Dimana pengambilan keputusan tersebut hanya didasarkan pada pertimbangan hati nurani saya sendiri serta komunikasi dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Tetapi bedanya setelah saya mempelajari modul dan memahami tahapan-tahapan di dalam pengambilan dan pengujian keputusan, menggunakan 4 paradigma pengambilan keputusan, serta 3 prinsip pengambilan keputusan. Jadi pengambilan keputusan yang saya ambil lebih tepat dan dapat dipertanggungjawabkan, berpihak pada semua orang terutama murid serta berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan.

·        Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Dampaknya saya jadi mengetahui bahwa ada beberapa jenis dan tahapan dalam pengambilan keputusan . Pemahaman digabungkan dengan situasi atau pengalaman yang pernah dan sedang dihadapi menciptakan pemikiran baru dalam mengambil keputusan.

·        Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Dampaknya saya jadi mengetahui bahwa ada beberapa jenis dan tahapan dalam pengambilan keputusan . Pemahaman digabungkan dengan situasi atau pengalaman yang pernah dan sedang dihadapi menciptakan pemikiran baru dalam mengambil keputusan.

·        Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Penting karena dapat menjadi acuan dan pertimbangan dari hal-hal yang telah dipelajari dalam mengambil keputusan


 


Rangkuman Koneksi Antar Materi - Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai0nilai Keadilan Sebagai Pemimpin

 



Assalamualaikum,

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengetahuan terkait materi Pendidikan Guru Penggerak Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin


Sebelum berlanjut pada materi, kita awali dengan kutipan terkait modul yang akan dipelajari


“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert

·        Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?

Berdasarkan kutipan tersebut, tersirat makna bahwa segala sesuatu harus dipelajari dari hal yang paling mendasar/utama. Dalam materi pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin, hal yang paling mendasar yang perlu dipelajari adalah terkait dengan etika.

Etika akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, karena bersumber dari nilai-nilai kebajikan universal.

Selain nilai kebajikan, dasar dari pengambilan keputusan adalah berpihak pada murid dan harus bertanggungjawab, sehingga saat dasar pengambilan keputusan sudah dikuasai.

Maka, permasalahan apapun akan lebih mudah dan lebih terarah dalam menemukan solusi permasalahan dan pengambilan keputusannya.

·        Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?

Prinsip yang dianut dalam pengambilan keputusan diantaranya berpikir berbasis hasil akhir. peraturan dan rasa peduli, ketiganya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang terjadi. Apapun prinsip yang dianut tetap harus bersumber dari nilai-nilai kebajikan universal, yaitu esuai dengan dasar pengambilan keputusan.

·        Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?

Dengan mengacu pada prinsip dan nilai yang susuai, maka kita akan mengambil keputusan yang lebih adil, bijaksana dan berpihak pada murid sehingga akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan tempat kita berada

 

Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.


Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

 

Dari kutipan diatas, Pendidikan merupakan proses menuntun penguatan karakter dan nilai-nilai kebajikan universal yang diterima di seluruh dunia. Pendidikan karakter sangat penting apalagi di zaman yang sudah modern seperti ini. Penguatan nilai karakter sangat dibutuhkan generasi sekarang untuk mencetak generasi pintar tidak hanya di bidang intelektual saja tetapi juga mempunyai akhlak dan adab yang tinggi.

 

 Link : 

https://youtu.be/VZb8BkhnzEg 

 

 

  • Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Pemimpin merupakan seseorang yang memiliki kemampuan untuk memimpin, mempengaruhi orang lain dan kelompoknya. Dalam setiap keputusan yang diambil merupakan suatu pertimbangan yang harus benar-benar harus di pertanggung jawabkan. Ki Hajar Dewantara telah memunculkan suati konsep Pratap Triloka sebagai filosofi kepemimpinan yang relevan di terapkan oleh banyak sekali masyarakat di Indonesia yaitu “Ing Ngarsa Sung Tuladha” yang artinya dari depan memberikan teledan. “Ing Madya Mangun Karsa” yang artinya di tengah menggugah semangat. “Tut Wuri Handayani” yang artinya dari belakang memberikan dorongan. Dari Pratap Triloka Ki Hajar Dewantara inilah pemimpin menempatkan diri sebagai fasilitator dan partisipan dalam pencapaian sebuah tujuan. Proaktif dan dapat mengkomunikasikan keputusan-keputusan.

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai kebajikan universal yang menjadi barometer dari nilai-nilai kebajikan dalam pengambilan suatu keputusan adalah nilai tanggung jawab. Karena setiap keputusan yang telah di ambil harus dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah keputusan yang di ambil itu akn menjadi cerminnan kita bagaimana prinsip dalam diri kita menggambil keputusan.

  • Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Coaching bertujuan melatih seseorang untuk bisa menghasilkan performa secara lebih baik lagi. Sebagai seorang pemimpin untuk diri sendiri, sebagai manusia pembelajar, menyesuaikan dengan keadaan saat ini agar terus tumbuh dan berkembang, serta mengaktualisasikan ide dan gagasannya. Melalui kegiatan Coaching pengambilan keputusan akan lebih efektif karena keputusan yang di ambil berasal dari potensi yang dimiliki diri sendiri. Sehingga keputusan dapat dipertanggung jawabkan.

  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

 Tentunya seorang guru harus mampu mengembangkan keterampilan social emosional karena akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya dilemma etika. Dalam Standar Nasional Pendidikan berkaitan dengan menciptakan lingkungan dan pengalaman belajar yang menumbukna keterampilan social dan emosional. Guru yang memiliki kesadaran diri yang baik pasti akan menunjukan kemampuan untuk mengelola lingkungan dan kemampuan dalam mengelola emosi, pikiran, dan perilaku. Sehingga 5 keterampilan Sosial Emosional yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran social, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab tidak dapat dipisahkan oleh dengan guru, dimana guru sering mengalami dilemma etika atau bujukan moral.

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Pada pembahasan studi kasus yang berfokus pada masalah moral dan etika, nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik yaitu kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab, dan penghargaan akan hidup. Ketika kita berpegang teguh pada nilai-nilai kebajikan tersebut maka sebuah keputusan dari dilemma etika dan bujukan moral dapat di ambil serta diharapkan dapat dipertanggungjawabkan

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Ketika kita dapat terbiasa dalam pengambilan keputusan yang tepat dengan cara 9 langkah pengambilan keputusan maka itu akan menjadi budaya sekolah yang positif yang dampaknya terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

  • Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda dan kaingin yang berbeda-beda dalam menempuh kehidupan ini. Perbedaan inilah yang membentuk adanya pemikiran dari individu yang bersebrangan. Dalam pekerjaan yang membutuhkan Kerjasama dan kolaborasi terdapat yang pro dan kontra terhadap sebuah system yang sedang diajalankan oleh pemangku kepentingan sekolah. Dalam benturan tersebut maka terjadilah perubahan paradigma di lingkungan sekolah yaitu individu lawan kelompok (individual vs community), rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetian (truth vs loyalty), dan jangka pendek lawan jangka Panjang (short term vs long term). Memang tidak terjadi setiap hari tapi dalam tantangan tersebut pernah di alami.

  • Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Tentunya sangat berpengaruh sekali keputusan yang kita akan ambil. Ketika kita akan mengajar di kelas keputusan apa yang kita akan ambil apakah dengan menggunakan media atau hanya menggunakan sumber belajar saja. Ketika di dalam pasti setiap anak itu berbeda bagaimana tindakan guru tersebut dalam mengambil keputusan. Membuat keputusan yang tepat yang di awali dengan melihat dahulu kesiapan anak, minat, dan profil belajar murid. Yang selanjutkan kita lakukan pembelajaran berdiferensiasi dengan kesiapan strategi berdiferensiasi apa yang akan kita kembangkan konten, proses, produk.

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Membangun komunikasi antara guru dan murid dalam melakukan identifikasi terhadap kebutusan setiap siswa di kelas dalam mengambil keputusan tersebut dapat mempengaruhi kehidupan siswanya. Karena setiap individu cara belajar siswa di kelas berbeda-beda kita lakukan profil belbagaimana ajar murid (kebebasan belajar) persiapkan apa yang dibutuhkan siswa untuk menunjang pembelajarannya baik itu lingkungan, budaya, gaya belajar (visual, auditori, kinestetik), dan kecerdasan. Merancang scenario pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa

  • Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Setiap kasus dilemma etika atau bujukan moral harus dilakungan pengambilan sebuah keputusan agar dilemma yang terjadi tidak berlatur-larut dan menimbulkan masalah baru. Pengambilan keputusan merupakan sebuah kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dan harus berlandaskan filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu Pratap Triloka. Pengambilan keputusan harus memiliki kesadaran penuh untuk menghantarkan siswanya meuju profil belajar Pancasila dan pembelajaran rersebut harus dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah dalam menerapkan pembelajaran social dan emosional dengan mengkolaborasikan pembelajaran berdiferensiasi agar guru dapat melihat kesiapan murid, minat, dan profil belajar murid.

  • Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Dilema etika merupakan situasi dimana terjadi suatu pilihan dimana keduanya berada pada benar dan benar. Bujukan moral merupakan situasi dimana terjadi suatu pilihan dimana keduanya bertentangan dan terjadi keputusan yang benar dan salah.

Situasi pengambilan keputusan dikategorikan menjadi 4 paradigma yaitu individu lawan masyarakat (individual vs community) terjadi karena adanya pertentangan diri sendiri dan kelompok, rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) adanya dilemma pilihan antara mengikuti aturan tertulis atau aturan tidak mengikuti aturan sepenuhnya, Kebenaran lawan kesetiaan ( truth vs lokalty) nilai-nilai yang bertentangan dalam pilihan antara berlaku jujur  dan berlaku setia kepada orang lain, jangka pendek lawan jangka Panjang ( short term vs long term) paradigm aini terjadi untuk memilih antara yang kelihatannya baik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan datang.

Sementara untuk pengambilan keputusan diperlukan prinsip-prinsip yang melandasinya. Prinsip tersebut akan membantu dalam menghadapi sejumlah pilihan yang penuh dengan tantangan dalam pengambilan keputusan, yaitu berpikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking), berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking), berpikir berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking). Selanjutnya, sega keputusan yang dimbil haruslah tepat, aerif, dan bijaksana. Maka sebagai seorang pemimpin pembelajaran membutuhkan pengujian yang selaras dengan prinsip dasar pengambilan keputusan yang etis.

Terdapat 9 langkah untuk menguji keputusan dalam situasi dilema yang terkadang menggiring kita ke dalam situasi dan nilai yang bertentangan. Kesembilan Langkah tersebut adalah :

1.     Menggali bahwa ada nilai-nilai ytang saling bertentangan dalam situasi ini

2.     Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

3.     Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini

4.     Pengujian benar atau salah.

·       Ada uji legal

·       Uji regulasi

·       Uji intuisi

·       Uji halaman depan koran

·       Uji panutan/ idola

5.     Pengujian paradigma benar lawan benar

6.     Melakukan prinsip resolusi

7.     Investigasi opsi trilemma

8.     Buat keputusan

9.     Lihat lagu keputusan dan refleksikan

Hal-hal yang diluar dugaan saya adalah dalam pengalambilan keputusan yang dapat dipertanggung jawabkan dapat juga menginternalisasikan Teknik coaching yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Ini sangat berkaitan erat dengan pengambilan keputusan karena dalam Teknik coaching memiliki tujuan utama dalam mengatasi segala permasalahan yang dihadapu dengan efektif, efisien dan bersinggungan dengan dilemma etika dalam sejumlah kasus.

  • Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Pernah, tetapi tindakan yang saya lakukan tidak selengkap dengan apa yang saya pelajari dari modul 3.1 ini. Sebelumnya, dalam pengambilan keputusan saya hanya berpikir tanpa memperhatikan dampak jangka panjang. Setelah mempelajari modul 3.1, sebelum pengambilan keputusan ternyata seorang pendidik harus mengetahui paradigma dan prinsip dilema etika, serta melalui tahapan pengujian pengambilan keputusan agar pengambilan keputusan tepat

·       Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Pembelajaran modul 3.1 memberikan dampak dan manfaat dalam pengambilan keputusan dalam diri dan senantiasa berguna untuk semua pihak, terutama sesuai dengan tujuan utama Pendidikan nasionasl yang berpusat dan berpihak kepada murid. Dulu sebelum mempelajari modul ini dalam diri saya ketika akan memutusakan suatu keputusan itu terasa sulit, cape, dan bingung sesudah mengikuti pembelajaran modul ini ada harapan dalam diri saya ketika akan mengambil sebuah keputusan.

  • Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Dilema etika dan bujukan moral, paradigma, prinsip, dan 9 langkah pengambilan keputusan merupakan mekanisme pengambilan keputusan yang sangat penting dilakukan oleh seseorang individu dan seorang pemimpin pembelajaran. Diharapkan dalam topik modul 3.1 memberikan harapan untuk Calon Guru Penggerak memiliki kompetensi sebagai pribadi yang mampu melakukan pengambilan keputusan berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran.




Rangkuman Koneksi Antar Materi - Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin



Assalamualaikum,

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengetahuan terkait materi Pendidikan Guru Penggerak Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin

Penulis : Ricky Eda Mujijat, S.Pd


Sebelum berlanjut pada materi, kita awali dengan kutipan terkait modul yang akan dipelajari


“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert

·        Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?

Berdasarkan kutipan tersebut, tersirat makna bahwa segala sesuatu harus dipelajari dari hal yang paling mendasar/utama. Dalam materi pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin, hal yang paling mendasar yang perlu dipelajari adalah terkait dengan etika.

Etika akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, karena bersumber dari nilai-nilai kebajikan universal.

Selain nilai kebajikan, dasar dari pengambilan keputusan adalah berpihak pada murid dan harus bertanggungjawab, sehingga saat dasar pengambilan keputusan sudah dikuasai.

Maka, permasalahan apapun akan lebih mudah dan lebih terarah dalam menemukan solusi permasalahan dan pengambilan keputusannya.

·        Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?

Prinsip yang dianut dalam pengambilan keputusan diantaranya berpikir berbasis hasil akhir. peraturan dan rasa peduli, ketiganya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang terjadi. Apapun prinsip yang dianut tetap harus bersumber dari nilai-nilai kebajikan universal, yaitu esuai dengan dasar pengambilan keputusan.

·        Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?

Dengan mengacu pada prinsip dan nilai yang susuai, maka kita akan mengambil keputusan yang lebih adil, bijaksana dan berpihak pada murid sehingga akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan tempat kita berada

 

Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.


Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

 

Dari kutipan diatas, Pendidikan merupakan proses menuntun penguatan karakter dan nilai-nilai kebajikan universal yang diterima di seluruh dunia. Pendidikan karakter sangat penting apalagi di zaman yang sudah modern seperti ini. Penguatan nilai karakter sangat dibutuhkan generasi sekarang untuk mencetak generasi pintar tidak hanya di bidang intelektual saja tetapi juga mempunyai akhlak dan adab yang tinggi.

 

 Link : 

https://youtu.be/1FGKAfd4_wQ

 

 

  • Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Pemimpin merupakan seseorang yang memiliki kemampuan untuk memimpin, mempengaruhi orang lain dan kelompoknya. Dalam setiap keputusan yang diambil merupakan suatu pertimbangan yang harus benar-benar harus di pertanggung jawabkan. Ki Hajar Dewantara telah memunculkan suati konsep Pratap Triloka sebagai filosofi kepemimpinan yang relevan di terapkan oleh banyak sekali masyarakat di Indonesia yaitu “Ing Ngarsa Sung Tuladha” yang artinya dari depan memberikan teledan. “Ing Madya Mangun Karsa” yang artinya di tengah menggugah semangat. “Tut Wuri Handayani” yang artinya dari belakang memberikan dorongan. Dari Pratap Triloka Ki Hajar Dewantara inilah pemimpin menempatkan diri sebagai fasilitator dan partisipan dalam pencapaian sebuah tujuan. Proaktif dan dapat mengkomunikasikan keputusan-keputusan.

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai kebajikan universal yang menjadi barometer dari nilai-nilai kebajikan dalam pengambilan suatu keputusan adalah nilai tanggung jawab. Karena setiap keputusan yang telah di ambil harus dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah keputusan yang di ambil itu akn menjadi cerminnan kita bagaimana prinsip dalam diri kita menggambil keputusan.

  • Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Coaching bertujuan melatih seseorang untuk bisa menghasilkan performa secara lebih baik lagi. Sebagai seorang pemimpin untuk diri sendiri, sebagai manusia pembelajar, menyesuaikan dengan keadaan saat ini agar terus tumbuh dan berkembang, serta mengaktualisasikan ide dan gagasannya. Melalui kegiatan Coaching pengambilan keputusan akan lebih efektif karena keputusan yang di ambil berasal dari potensi yang dimiliki diri sendiri. Sehingga keputusan dapat dipertanggung jawabkan.

  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

 Tentunya seorang guru harus mampu mengembangkan keterampilan social emosional karena akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya dilemma etika. Dalam Standar Nasional Pendidikan berkaitan dengan menciptakan lingkungan dan pengalaman belajar yang menumbukna keterampilan social dan emosional. Guru yang memiliki kesadaran diri yang baik pasti akan menunjukan kemampuan untuk mengelola lingkungan dan kemampuan dalam mengelola emosi, pikiran, dan perilaku. Sehingga 5 keterampilan Sosial Emosional yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran social, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab tidak dapat dipisahkan oleh dengan guru, dimana guru sering mengalami dilemma etika atau bujukan moral.

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Pada pembahasan studi kasus yang berfokus pada masalah moral dan etika, nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik yaitu kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab, dan penghargaan akan hidup. Ketika kita berpegang teguh pada nilai-nilai kebajikan tersebut maka sebuah keputusan dari dilemma etika dan bujukan moral dapat di ambil serta diharapkan dapat dipertanggungjawabkan

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Ketika kita dapat terbiasa dalam pengambilan keputusan yang tepat dengan cara 9 langkah pengambilan keputusan maka itu akan menjadi budaya sekolah yang positif yang dampaknya terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

  • Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda dan kaingin yang berbeda-beda dalam menempuh kehidupan ini. Perbedaan inilah yang membentuk adanya pemikiran dari individu yang bersebrangan. Dalam pekerjaan yang membutuhkan Kerjasama dan kolaborasi terdapat yang pro dan kontra terhadap sebuah system yang sedang diajalankan oleh pemangku kepentingan sekolah. Dalam benturan tersebut maka terjadilah perubahan paradigma di lingkungan sekolah yaitu individu lawan kelompok (individual vs community), rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetian (truth vs loyalty), dan jangka pendek lawan jangka Panjang (short term vs long term). Memang tidak terjadi setiap hari tapi dalam tantangan tersebut pernah di alami.

  • Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Tentunya sangat berpengaruh sekali keputusan yang kita akan ambil. Ketika kita akan mengajar di kelas keputusan apa yang kita akan ambil apakah dengan menggunakan media atau hanya menggunakan sumber belajar saja. Ketika di dalam pasti setiap anak itu berbeda bagaimana tindakan guru tersebut dalam mengambil keputusan. Membuat keputusan yang tepat yang di awali dengan melihat dahulu kesiapan anak, minat, dan profil belajar murid. Yang selanjutkan kita lakukan pembelajaran berdiferensiasi dengan kesiapan strategi berdiferensiasi apa yang akan kita kembangkan konten, proses, produk.

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Membangun komunikasi antara guru dan murid dalam melakukan identifikasi terhadap kebutusan setiap siswa di kelas dalam mengambil keputusan tersebut dapat mempengaruhi kehidupan siswanya. Karena setiap individu cara belajar siswa di kelas berbeda-beda kita lakukan profil belbagaimana ajar murid (kebebasan belajar) persiapkan apa yang dibutuhkan siswa untuk menunjang pembelajarannya baik itu lingkungan, budaya, gaya belajar (visual, auditori, kinestetik), dan kecerdasan. Merancang scenario pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa

  • Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Setiap kasus dilemma etika atau bujukan moral harus dilakungan pengambilan sebuah keputusan agar dilemma yang terjadi tidak berlatur-larut dan menimbulkan masalah baru. Pengambilan keputusan merupakan sebuah kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dan harus berlandaskan filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu Pratap Triloka. Pengambilan keputusan harus memiliki kesadaran penuh untuk menghantarkan siswanya meuju profil belajar Pancasila dan pembelajaran rersebut harus dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah dalam menerapkan pembelajaran social dan emosional dengan mengkolaborasikan pembelajaran berdiferensiasi agar guru dapat melihat kesiapan murid, minat, dan profil belajar murid.

  • Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Dilema etika merupakan situasi dimana terjadi suatu pilihan dimana keduanya berada pada benar dan benar. Bujukan moral merupakan situasi dimana terjadi suatu pilihan dimana keduanya bertentangan dan terjadi keputusan yang benar dan salah.

Situasi pengambilan keputusan dikategorikan menjadi 4 paradigma yaitu individu lawan masyarakat (individual vs community) terjadi karena adanya pertentangan diri sendiri dan kelompok, rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) adanya dilemma pilihan antara mengikuti aturan tertulis atau aturan tidak mengikuti aturan sepenuhnya, Kebenaran lawan kesetiaan ( truth vs lokalty) nilai-nilai yang bertentangan dalam pilihan antara berlaku jujur  dan berlaku setia kepada orang lain, jangka pendek lawan jangka Panjang ( short term vs long term) paradigm aini terjadi untuk memilih antara yang kelihatannya baik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan datang.

Sementara untuk pengambilan keputusan diperlukan prinsip-prinsip yang melandasinya. Prinsip tersebut akan membantu dalam menghadapi sejumlah pilihan yang penuh dengan tantangan dalam pengambilan keputusan, yaitu berpikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking), berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking), berpikir berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking). Selanjutnya, sega keputusan yang dimbil haruslah tepat, aerif, dan bijaksana. Maka sebagai seorang pemimpin pembelajaran membutuhkan pengujian yang selaras dengan prinsip dasar pengambilan keputusan yang etis.

Terdapat 9 langkah untuk menguji keputusan dalam situasi dilema yang terkadang menggiring kita ke dalam situasi dan nilai yang bertentangan. Kesembilan Langkah tersebut adalah :

1.     Menggali bahwa ada nilai-nilai ytang saling bertentangan dalam situasi ini

2.     Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

3.     Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini

4.     Pengujian benar atau salah.

·       Ada uji legal

·       Uji regulasi

·       Uji intuisi

·       Uji halaman depan koran

·       Uji panutan/ idola

5.     Pengujian paradigma benar lawan benar

6.     Melakukan prinsip resolusi

7.     Investigasi opsi trilemma

8.     Buat keputusan

9.     Lihat lagu keputusan dan refleksikan

Hal-hal yang diluar dugaan saya adalah dalam pengalambilan keputusan yang dapat dipertanggung jawabkan dapat juga menginternalisasikan Teknik coaching yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Ini sangat berkaitan erat dengan pengambilan keputusan karena dalam Teknik coaching memiliki tujuan utama dalam mengatasi segala permasalahan yang dihadapu dengan efektif, efisien dan bersinggungan dengan dilemma etika dalam sejumlah kasus.

  • Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Pernah, tetapi tindakan yang saya lakukan tidak selengkap dengan apa yang saya pelajari dari modul 3.1 ini. Sebelumnya, dalam pengambilan keputusan saya hanya berpikir tanpa memperhatikan dampak jangka panjang. Setelah mempelajari modul 3.1, sebelum pengambilan keputusan ternyata seorang pendidik harus mengetahui paradigma dan prinsip dilema etika, serta melalui tahapan pengujian pengambilan keputusan agar pengambilan keputusan tepat

·       Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Pembelajaran modul 3.1 memberikan dampak dan manfaat dalam pengambilan keputusan dalam diri dan senantiasa berguna untuk semua pihak, terutama sesuai dengan tujuan utama Pendidikan nasionasl yang berpusat dan berpihak kepada murid. Dulu sebelum mempelajari modul ini dalam diri saya ketika akan memutusakan suatu keputusan itu terasa sulit, cape, dan bingung sesudah mengikuti pembelajaran modul ini ada harapan dalam diri saya ketika akan mengambil sebuah keputusan.

  • Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Dilema etika dan bujukan moral, paradigma, prinsip, dan 9 langkah pengambilan keputusan merupakan mekanisme pengambilan keputusan yang sangat penting dilakukan oleh seseorang individu dan seorang pemimpin pembelajaran. Diharapkan dalam topik modul 3.1 memberikan harapan untuk Calon Guru Penggerak memiliki kompetensi sebagai pribadi yang mampu melakukan pengambilan keputusan berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran.